Sorot Indonesia – Proses penerimaan murid baru melalui SPMB Jabar tahap 1 resmi ditutup, calon murid diingatkan segera daftar ulang. Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar) mengumumkan bahwa masa daftar ulang untuk calon murid baru (CMB) yang diterima melalui jalur prestasi dan mutasi dimulai pada 26 Juni dan akan berakhir pada 29 Juni 2026. Semua calon murid yang lolos seleksi wajib melakukan daftar ulang untuk memastikan tempat mereka di sekolah yang dituju.

Menurut informasi yang disampaikan melalui akun Instagram resmi Disdik Jabar, proses daftar ulang dapat dilakukan secara langsung di sekolah penerima. Bagi CMB yang tidak melakukan daftar ulang dalam waktu yang ditentukan, akan dianggap mengundurkan diri. Jika ada calon siswa yang berhalangan untuk melakukan daftar ulang, mereka diminta untuk memberikan surat pemberitahuan dari orang tua atau wali kepada pihak sekolah paling lambat pada hari terakhir daftar ulang.

Baca juga:

Bagi peserta yang tidak berhasil lolos pada tahap pertama, mereka masih memiliki kesempatan untuk mendaftar di SPMB Jabar tahap 2, yang akan dibuka mulai 30 Juni hingga 6 Juli 2026. Pada tahap kedua, jalur yang dibuka adalah jalur domisili dan afirmasi. Hal ini memberikan peluang tambahan bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan di tingkat SMA atau SMK di Jawa Barat.

Pengumuman hasil SPMB Jabar tahap 1 telah dilakukan pada 25 Juni 2026 pukul 13.00 WIB, dan dapat diakses melalui laman resmi SPMB Jabar. Calon murid yang dinyatakan lolos dapat melakukan daftar ulang dengan membawa dokumen yang diperlukan. Dokumen ini dapat bervariasi tergantung pada kebijakan masing-masing sekolah.

Berikut adalah beberapa dokumen yang umumnya perlu disiapkan saat melakukan daftar ulang:

  • Surat Keterangan Lulus dari sekolah sebelumnya
  • Fotokopi akta kelahiran
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
  • Dokumen lain yang mungkin diperlukan oleh sekolah

Selain itu, untuk mendukung calon murid yang tidak tertampung di sekolah negeri, Pemerintah Provinsi Jabar juga menyediakan skema beasiswa hingga 80 ribu kuota. Beasiswa ini akan diberikan langsung kepada sekolah yang bersangkutan, termasuk bantuan uang bangunan sebesar Rp 1,5 juta per siswa dan bantuan bulanan sebesar Rp 100 ribu.

Pemerintah berharap dengan adanya skema beasiswa ini, siswa-siswa yang tidak mendapatkan tempat di sekolah negeri dapat tetap melanjutkan pendidikan mereka di sekolah swasta yang telah bekerja sama. Ada lebih dari seribu SMA dan SMK swasta yang siap menerima siswa dengan bantuan dari pemerintah.

Secara keseluruhan, SPMB Jabar tahap 1 resmi ditutup, calon murid diingatkan segera daftar ulang. Proses ini sangat penting untuk memastikan kelanjutan pendidikan para siswa di Jawa Barat. Oleh karena itu, semua pihak diharapkan dapat mematuhi waktu dan prosedur yang ditetapkan agar tidak kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.