Sorot Indonesia – Presiden Prabowo Subianto terbang ke Gorontalo untuk menghadiri puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII, yang berlangsung dari tanggal 20 hingga 25 Juni 2026. Acara ini dihadiri lebih dari 100 ribu peserta, termasuk petani, nelayan, penyuluh, dan pelaku usaha dari seluruh Indonesia. Kehadiran Prabowo di Gorontalo tidak hanya menandai dukungannya terhadap sektor pertanian, tetapi juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
Puncak PENAS XVII diadakan di Sport Center Limboto, Kabupaten Gorontalo, dengan tema “Transformasi Teknologi dalam Mendukung Swasembada Pangan Nasional”. Dalam sambutannya, Prabowo menekankan pentingnya sektor pertanian dan perikanan bagi ketahanan pangan negara. Ia mengungkapkan rasa terima kasih atas kehormatan yang diberikan untuk hadir di tengah-tengah petani dan nelayan, yang selama ini menjadi tulang punggung ketahanan pangan Indonesia.
“Saya mantan prajurit Indonesia, dan sejarah menunjukkan bahwa petani dan nelayan selalu mendukung prajurit. Kehadiran saya di sini adalah bentuk penghargaan kepada Anda semua,” ujar Prabowo. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menerima penghargaan Lencana Emas dari Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) atas komitmennya terhadap pembangunan sektor pertanian.
Menko Pangan, Zulkifli Hasan, juga hadir dalam acara tersebut, memastikan bahwa komitmen pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan berkelanjutan tetap terjaga. Dalam pidatonya, Zulkifli mendorong sinergi lintas kementerian untuk bersama-sama mengatasi tantangan ketahanan pangan, khususnya di tengah ancaman krisis pangan global. Di bawah kepemimpinan Prabowo, sektor pertanian Indonesia telah mencatatkan rekor nilai tukar petani tertinggi dalam 34 tahun terakhir, yang mencapai angka 127.
Penyelenggaraan PENAS XVII di Gorontalo adalah langkah strategis yang menunjukkan kemampuan daerah dalam mengorganisir acara berskala nasional. Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Muljady D. Mario, menyatakan bahwa rangkaian kegiatan selama pekan ini berjalan dengan lancar dan melampaui ekspektasi panitia. “Kehadiran Presiden dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi momentum penting bagi masyarakat Gorontalo,” ujarnya.
Acara ini juga menjadi ajang untuk memperkenalkan teknologi pertanian modern, seperti sistem budidaya padi terbaru, yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Teknologi yang ditampilkan dalam gelar teknologi ini mencakup berbagai inovasi di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan. Dengan demikian, transformasi teknologi diharapkan dapat mempercepat modernisasi sektor pangan di Indonesia.
Prabowo terbang ke Gorontalo, hadiri puncak PENAS petani dan nelayan XVII, bukan hanya sekadar formalitas, tetapi merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan. Dalam era di mana krisis pangan menjadi ancaman global, kehadiran pemimpin negara di tengah para petani dan nelayan menjadi simbol dukungan nyata terhadap sektor yang sangat vital ini.
Dengan langkah-langkah yang diambil saat ini, diharapkan sektor pertanian dan perikanan Indonesia mampu beradaptasi dengan cepat terhadap tantangan yang ada, sekaligus meningkatkan kesejahteraan pelaku utamanya. Pemerintah bertekad untuk terus mendukung para petani dan nelayan agar dapat berkontribusi lebih besar dalam pembangunan ekonomi nasional.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
