Sorot IndonesiaPolisi sudah identifikasi terduga pelaku teror bom SDN Srengseng Sawah 15, yang merupakan seorang ayah berinisial MY (34). MY ditangkap setelah mengirim ancaman bom ke SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jakarta Selatan, pada Senin (13/7) di hari pertama masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS).

Pelaku mengirim ancaman bom melalui pesan pribadi ke seorang guru dan baru dibuka setelah upacara selesai. Dalam pemeriksaan, MY mengaku mengirim ancaman bom karena tersinggung soal biaya seragam sekolah anaknya. MY mengaku berkomunikasi dengan pihak sekolah membicarakan masalah seragam sekolah untuk anaknya, namun merasa respons yang diberikan pihak sekolah tidak memuaskan dan membuatnya tersinggung.

Baca juga:

MY merasa tersinggung karena pihak sekolah menyinggung kondisi ekonomi MY. MY memiliki persoalan ekonomi dan tidak memiliki pekerjaan tetap. MY pernah melakukan aksi serupa terhadap tetangga di lingkungan tempat tinggalnya.

Polisi telah menetapkan pria berinisial MY (34) sebagai tersangka dalam kasus teror bom tersebut. Dia kini ditahan polisi. MY mengaku menyesali perbuatannya tersebut. MY mengungkap motif di balik aksi teror tersebut, yaitu karena tersinggung dengan ucapan seorang guru saat mengurus administrasi sekolah anaknya.

MY mengaku bahwa beberapa hari sebelum kejadian, ia bertemu dengan pihak sekolah untuk mengurus administrasi siswa baru. Saat itu, seorang guru menyampaikan bahwa MY tidak perlu membeli seragam sekolah karena memahami kondisi keuangannya. Namun, ucapan tersebut justru membuat MY tersinggung.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi menyebutkan bahwa MY merasa tersinggung karena pihak sekolah menyinggung kondisi ekonomi MY. MY mengaku bahwa beberapa hari sebelum kejadian, ia bertemu dengan pihak sekolah untuk mengurus administrasi siswa baru. Saat itu, seorang guru menyampaikan bahwa MY tidak perlu membeli seragam sekolah karena memahami kondisi keuangannya. Namun, ucapan tersebut justru membuat MY tersinggung.

MY mengirim ancaman bom melalui pesan pribadi ke seorang guru dan baru dibuka setelah upacara selesai. Dalam pemeriksaan, MY mengaku mengirim ancaman bom karena tersinggung soal biaya seragam sekolah anaknya. MY mengaku berkomunikasi dengan pihak sekolah membicarakan masalah seragam sekolah untuk anaknya, namun merasa respons yang diberikan pihak sekolah tidak memuaskan dan membuatnya tersinggung.

Polisi telah menetapkan pria berinisial MY (34) sebagai tersangka dalam kasus teror bom tersebut. Dia kini ditahan polisi. MY mengaku menyesali perbuatannya tersebut. MY mengungkap motif di balik aksi teror tersebut, yaitu karena tersinggung dengan ucapan seorang guru saat mengurus administrasi sekolah anaknya.

MY mengaku bahwa beberapa hari sebelum kejadian, ia bertemu dengan pihak sekolah untuk mengurus administrasi siswa baru. Saat itu, seorang guru menyampaikan bahwa MY tidak perlu membeli seragam sekolah karena memahami kondisi keuangannya. Namun, ucapan tersebut justru membuat MY tersinggung.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi menyebutkan bahwa MY merasa tersinggung karena pihak sekolah menyinggung kondisi ekonomi MY. MY mengirim ancaman bom melalui pesan pribadi ke seorang guru dan baru dibuka setelah upacara selesai. Dalam pemeriksaan, MY mengaku mengirim ancaman bom karena tersinggung soal biaya seragam sekolah anaknya.

MY mengaku berkomunikasi dengan pihak sekolah membicarakan masalah seragam sekolah untuk anaknya, namun merasa respons yang diberikan pihak sekolah tidak memuaskan dan membuatnya tersinggung. Polisi telah menetapkan pria berinisial MY (34) sebagai tersangka dalam kasus teror bom tersebut. Dia kini ditahan polisi.

MY mengaku menyesali perbuatannya tersebut. MY mengungkap motif di balik aksi teror tersebut, yaitu karena tersinggung dengan ucapan seorang guru saat mengurus administrasi sekolah anaknya. MY mengaku bahwa beberapa hari sebelum kejadian, ia bertemu dengan pihak sekolah untuk mengurus administrasi siswa baru. Saat itu, seorang guru menyampaikan bahwa MY tidak perlu membeli seragam sekolah karena memahami kondisi keuangannya. Namun, ucapan tersebut justru membuat MY tersinggung.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi menyebutkan bahwa MY merasa tersinggung karena pihak sekolah menyinggung kondisi ekonomi MY. MY mengirim ancaman bom melalui pesan pribadi ke seorang guru dan baru dibuka setelah upacara selesai.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.