Sorot Indonesia – Pilot jet tempur Iran bongkar taktik serangan terhadap pangkalan AS di Kuwait, hancurkan fasilitas strategis. Serangan ini merupakan balasan atas serangan Amerika Serikat di Iranshahr, Iran. Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan bahwa mereka telah menggempur pangkalan militer Al-Tanf di Suriah sebagai pembalasan atas kematian tentara-tentara Iran dalam serangan AS.

Pangkalan militer Al-Tanf merupakan bekas pusat komando operasi khusus Amerika Serikat, yang berada di wilayah perbatasan tiga negara: Suriah, Yordania, dan Irak. Militer AS mengatakan pada bulan Februari lalu, bahwa mereka telah menyelesaikan penarikan pasukan AS dari Al-Tanf. Pemerintah Suriah mengatakan telah mengambil alih pangkalan yang dikosongkan tersebut.

Baca juga:

IRGC mengatakan pasukan udara mereka menghancurkan sistem radar dan beberapa helikopter operasi khusus dalam serangan di Suriah itu, dan menewaskan sejumlah besar orang yang mereka sebut sebagai "pasukan Amerika yang kriminal." Garda Revolusi Iran menggambarkan tindakan tersebut sebagai pembalasan atas pembunuhan "tentara-tentara yang gugur" dalam serangan sebelumnya di Iranshahr.

Sebelumnya, Presiden Suriah Ahmad al-Sharaaa telah mengatakan negaranya bermaksud untuk tetap berada di luar konflik regional, "kecuali jika Suriah menjadi sasaran pihak mana pun." Pernyataan itu ia sampaikan pada bulan Maret lalu di sebuah acara Chatham House di London, Inggris.

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa "pasukan AS, termasuk jet tempur, drone udara, dan kapal perang, meluncurkan amunisi presisi yang mengenai puluhan target militer Iran, seperti situs pengawasan pantai dan pertahanan udara, infrastruktur logistik militer, dan kemampuan maritim."

Pada hari yang sama, IRGC meluncurkan serangan rudal dan drone ke tiga pangkalan militer Amerika Serikat. Operasi militer IRGC menghancurkan fasilitas pertahanan strategis dan radar pengintai udara pasukan Washington. Ketegangan memuncak dipicu oleh aksi balasan atas serangan terhadap fasilitas kemanusiaan anak-anak.

Ilustrasi – Jet Tempur F-22 milik AS. (Anadolu) Iran meluncurkan serangan rudal dan drone ke tiga pangkalan militer Amerika Serikat. Operasi militer IRGC menghancurkan fasilitas pertahanan strategis dan radar pengintai udara pasukan Washington.

Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih baru setelah Teheran memilih target-target strategis luar negeri secara simultan. Langkah agresif ini menandai eskalasi konflik terbuka yang langsung menyasar jantung pertahanan udara dan logistik militer Washington di kawasan tersebut.

IRGC menegaskan komitmen mereka untuk terus melanjutkan perlawanan secara terbuka demi merespons agresi musuh. Melalui pernyataan resminya, kelompok militer tersebut menegaskan pertempuran berlanjut sebagai sinyal perang jangka panjang.

Tidak berhenti di Bahrain, gempuran rudal dan drone gabungan juga menyasar Ali Al Salem di Kuwait. Pusat komunikasi satelit serta sistem radar peringatan dini milik militer Amerika Serikat dilaporkan hancur total. Dermaga militer AS di Ash-Shu’aybah juga menjadi sasaran penghancuran dalam operasi udara terkoordinasi ini.

Teheran bersikap tegas untuk memotong jalur komunikasi dan pasokan logistik militer Washington di teluk.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.