Sorot Indonesia – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo telah melaksanakan mutasi besar-besaran yang berdampak pada struktur kepolisian, termasuk pengangkatan Kombes Sanches Napitupulu sebagai Wakapolda Papua Barat Daya. Selain itu, sebanyak sepuluh Kapolres di Sumatera Utara juga diganti dalam proses ini.
Mutasi Kapolri terbaru ini merupakan bagian dari langkah strategis untuk penyegaran organisasi dan peningkatan kinerja Polri. Melalui tujuh Surat Telegram yang dikeluarkan pada tanggal 25 Juni 2026, total 1.121 personel Polri mengalami perubahan jabatan. Ini mencakup perwira tinggi (Pati) hingga perwira menengah (Pamen), yang mencerminkan pergeseran penting dalam institusi Korps Bhayangkara.
Di antara mutasi yang mencolok adalah pengangkatan Kombes Sanches Napitupulu, yang sebelumnya menjabat sebagai Inspektur Pengawas Daerah (Irwasda) Polda Papua Barat Daya. Dengan pengalaman luas dalam penugasan di wilayah Papua, Sanches diharapkan dapat membawa perubahan positif dalam jabatannya yang baru.
Jabatan Wakapolda Papua Barat Daya yang diemban oleh Sanches merupakan posisi penting yang akan membantunya dalam melaksanakan tugas pengawasan dan koordinasi di bidang keamanan di daerah tersebut. Ia menggantikan Kombes Semmy Ronny Thabaa yang sebelumnya menjabat di posisi yang sama.
Selain Sanches, mutasi ini juga melihat pergantian sepuluh Kapolres di Sumut. Proses ini meliputi penggantian Kapolres di berbagai wilayah, yang ditujukan untuk meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat. Dalam konteks ini, penting untuk mencatat bahwa perubahan ini adalah bagian dari upaya Polri untuk terus beradaptasi dengan tantangan yang ada.
Kapolda Sumatera Utara menyatakan bahwa mutasi ini merupakan hal rutin yang dilakukan sebagai bagian dari pembinaan karier personel. Dengan adanya perubahan ini, diharapkan kinerja Polri dapat semakin optimal dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Seluruh personel yang mendapatkan mutasi diharapkan untuk segera menyesuaikan diri dengan tanggung jawab baru mereka. Masyarakat pun diminta untuk tetap waspada terhadap potensi penyalahgunaan kewenangan oleh individu yang mengaku sebagai pejabat baru atau lama, terutama dalam meminta bantuan atau uang.
Melalui langkah-langkah ini, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menunjukkan komitmennya dalam memodernisasi Polri dan memastikan bahwa institusi ini tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di seluruh Indonesia.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
