Sorot Indonesia – Mahasiswa soroti pelanggaran eksekusi lahan di Lenteng Agung oleh tentara dalam aksi massal yang digelar di Bali dan Jakarta. Aksi tersebut menyoroti isu-isu krusial seperti kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), nilai tukar rupiah, Undang-Undang (UU) Polri, deforestasi, swasembada pangan, Program Makanan Bergizi Gratis (MBG), dan pembebasan tahanan politik tanpa syarat.
Di Bali, ratusan mahasiswa BEM se-Bali menggelar konsolidasi di Lantai IV Parkir Kampus Sudirman, Denpasar, untuk mematangkan rencana aksi turun ke jalan menuju Gedung DPRD Provinsi Bali. Mereka menuntut pemerintah untuk segera mengundangkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset yang hingga kini dinilai mandek dalam proses legislasi.
Sementara itu, di Jakarta, Universitas Esa Unggul menggelar demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, dengan menyuarakan empat tuntutan kepada pemerintah dan lembaga negara. Mereka menuntut pemerintah untuk terus menegakkan supremasi sipil dan meningkatkan pengawasan atas Program MBG.
Isu pelanggaran eksekusi lahan di Lenteng Agung oleh tentara juga menjadi sorotan utama dalam aksi demo mahasiswa di Bali dan Jakarta. Mereka menuntut pemerintah untuk memberikan kompensasi kepada masyarakat yang terdampak akibat eksekusi lahan tersebut.
Secara keseluruhan, aksi massal mahasiswa di Bali dan Jakarta menunjukkan kekecewaan mereka terhadap pemerintah dalam menangani isu-isu krusial seperti pelanggaran eksekusi lahan, kenaikan harga BBM, dan perampasan aset.
Kesimpulannya, aksi massal mahasiswa di Bali dan Jakarta menunjukkan bahwa masyarakat tidak akan diam dalam menuntut pemerintah untuk memperbaiki isu-isu krusial yang dihadapi.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
