Sorot Indonesia – Denpasar, Bali – Dalam lanskap politik Indonesia yang terus berkembang, suara generasi muda menjadi kunci untuk menjaga demokrasi tetap sehat. Lasmura Bali Tak Sepakat Hanya Partai Besar yang Didengar Dorong Demokrasi yang Inklusif dan Politik Hati Nurani, sebuah pernyataan tegas dari Laskar Muda Hanura (Lasmura) Provinsi Bali yang menolak dominasi partai besar dalam setiap kebijakan elektoral. Di bawah kepemimpinan I Gede Bayu Khrisna Aribawa, Lasmura Bali menyuarakan pentingnya ruang setara bagi semua partai politik, termasuk partai non-parlemen, agar demokrasi tidak terjebak pada keseragaman yang menindas keberagaman.
Ketua DPD Lasmura Provinsi Bali, I Gede Bayu Khrisna Aribawa, menegaskan bahwa demokrasi yang sehat lahir dari kompetisi yang seimbang. Menurutnya, wacana kenaikan parliamentary threshold hingga syarat pencalonan yang makin tinggi berisiko menyempitkan ruang gerak partai non-parlemen serta membatasi pilihan rakyat. “Demokrasi butuh keberagaman, bukan keseragaman. Aturan harus adil dan berlaku untuk semua partai, bukan sekadar untuk kepentingan tertentu. Partai kecil harus diberi ruang untuk tumbuh, biarkan rakyat yang menentukan pilihan secara bebas,” ujarnya di Denpasar.
Pernyataan ini sejalan dengan semangat Lasmura Bali Tak Sepakat Hanya Partai Besar yang Didengar Dorong Demokrasi yang Inklusif dan Politik Hati Nurani, yang menjadi tema utama dalam pernyataan politik mereka. Bayu Khrisna, yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris DPD Hanura Provinsi Bali, menyoroti fenomena skeptisisme masyarakat terhadap partai politik yang kerap dianggap hanya hadir setiap lima tahun sekali saat masa kampanye. “Mungkin banyak masyarakat yang berpikir begitu karena janji-janji besar sering muncul saat kampanye lalu menghilang setelah terpilih. Saya hanya masyarakat kecil yang punya mimpi besar mewujudkan cita-cita masyarakat. Bukan untuk diri sendiri, tapi untuk melihat masyarakat bisa hidup lebih baik, lebih adil, dan lebih sejahtera,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Bayu Khrisna menekankan bahwa perubahan nyata tidak lahir dari sekadar janji-janji manis, melainkan dari keberanian untuk terus hadir, mendengar, serta memperjuangkan aspirasi rakyat secara konsisten di lapangan. Lasmura Bali ingin membuktikan bahwa politik anak muda di Bali dapat dijalankan secara kritis dan santun. Politik berlandaskan hati nurani dimaknai sebagai keberanian untuk berdiri bersama rakyat, menjaga kesetaraan demokrasi, serta mengikis jarak antara masyarakat dan dunia politik.
Dalam konteks kebijakan elektoral, gagasan untuk menaikkan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) dan memperketat syarat pencalonan menjadi perdebatan hangat. Jika diterapkan, partai-partai kecil akan semakin sulit mendapatkan kursi di legislatif, yang pada akhirnya mengurangi pluralitas suara di parlemen. Lasmura Bali Tak Sepakat Hanya Partai Besar yang Didengar Dorong Demokrasi yang Inklusif dan Politik Hati Nurani menjadi penegasan bahwa demokrasi bukan hanya milik partai besar, tetapi milik seluruh rakyat Indonesia.
Generasi milenial dan Generasi Z sering kali hanya dijadikan objek pelengkap atau komoditas elektoral saat agenda pemilu mendekat. Lasmura Bali hadir untuk mengubah paradigma tersebut dengan mendorong pendidikan politik yang kritis, inklusif, dan berorientasi pada nilai-nilai hati nurani. Mereka ingin memastikan bahwa suara anak muda tidak hanya didengar saat kampanye, tetapi juga dipertimbangkan dalam setiap pengambilan kebijakan.
Dalam upaya memperkuat demokrasi inklusif, Lasmura Bali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat aktif dalam proses politik, bukan hanya sebagai penonton. Partisipasi aktif dari berbagai lapisan masyarakat akan menciptakan kontrol sosial yang kuat terhadap kebijakan pemerintah. Selain itu, Lasmura Bali juga mendorong transparansi dan akuntabilitas partai politik dalam menjalankan fungsi-fungsi demokrasi.
Dalam beberapa tahun terakhir, isu demokrasi inklusif semakin mengemuka seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya keterwakilan yang adil. Lasmura Bali Tak Sepakat Hanya Partai Besar yang Didengar Dorong Demokrasi yang Inklusif dan Politik Hati Nurani menjadi salah satu suara yang paling vokal dalam memperjuangkan hak-hak partai kecil dan masyarakat marginal. Mereka meyakini bahwa demokrasi yang kuat adalah demokrasi yang mampu mengakomodasi semua kepentingan, bukan hanya kepentingan segelintir elit.
Sebagai organisasi sayap pemuda dari Partai Hanura, Lasmura Bali memiliki tanggung jawab moral untuk terus mengawal proses demokrasi yang bersih dan adil. Mereka berkomitmen untuk tidak terjebak dalam politik transaksional yang merusak tatanan demokrasi. Sebaliknya, mereka akan terus mendorong pendidikan politik bagi generasi muda agar memiliki pemahaman yang kritis terhadap dinamika politik nasional dan daerah.
Ke depan, Lasmura Bali berencana menggelar serangkaian kegiatan seperti diskusi publik, seminar, dan pelatihan politik bagi anak muda. Tujuannya adalah untuk membangun kesadaran kolektif bahwa demokrasi adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya milik partai politik. Dengan demikian, diharapkan akan lahir generasi pemimpin yang berintegritas dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
Dalam kesimpulannya, Lasmura Bali Tak Sepakat Hanya Partai Besar yang Didengar Dorong Demokrasi yang Inklusif dan Politik Hati Nurani adalah seruan moral untuk memperbaiki kualitas demokrasi Indonesia. Dominasi partai besar dalam setiap kebijakan elektoral hanya akan memperkecil ruang partisipasi rakyat. Oleh karena itu, diperlukan keberanian untuk menolak segala bentuk pengekangan demokrasi dan memperjuangkan politik yang berlandaskan hati nurani. Lasmura Bali telah menunjukkan bahwa anak muda mampu menjadi motor penggerak perubahan menuju demokrasi yang lebih inklusif dan berkeadilan.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
