Sorot IndonesiaKorban tewas akibat gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela pada 24 Juni lalu telah bertambah menjadi 4.561 orang, demikian disampaikan oleh Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez. Selain korban jiwa, lebih dari 20.000 warga kini terpaksa tinggal di kamp-kamp pengungsian sementara. Jumlah korban tewas ini telah menyentuh angka hampir 1.000 orang.

Menurut data resmi yang dipublikasikan melalui kanal Telegram milik Rodriguez, tercatat sebanyak 16.740 orang mengalami luka-luka, sementara 6.462 orang berhasil diselamatkan dari reruntuhan. Pemerintah telah menyalurkan bantuan kepada 128.324 keluarga yang terdampak, dengan 107 kamp sementara yang tersebar di seluruh negeri untuk menampung 20.231 pengungsi.

Baca juga:

Pemerintah Venezuela juga telah mengerahkan kekuatan penuh untuk penanganan darurat, melibatkan 30.989 personel layanan darurat dan 30.692 relawan. Selain itu, sebanyak 2.471 petugas penyelamat dari mancanegara turut diterjunkan untuk membantu proses evakuasi dan pemulihan di lokasi terdampak.

Gempa bumi yang terjadi pada 24 Juni malam waktu setempat ini disebut sebagai gempa bumi terkuat yang melanda Venezuela dalam lebih dari satu abad terakhir. Bencana ini dipicu oleh dua guncangan dahsyat dengan magnitudo di atas 7 yang terjadi secara beruntun dalam selang waktu hanya satu menit.

Upaya penanganan darurat juga dilakukan dengan meluncurkan program Registrasi Perumahan Terpadu, yang berfungsi ganda sebagai sensus penduduk terdampak sekaligus basis data untuk penyaluran bantuan keuangan. Pemerintah juga berencana mendirikan kamp-kamp penampungan yang dilengkapi dengan hunian transisi per keluarga sambil menunggu rumah permanen dibangun.

Korban Tewas Akibat Gempa Venezuela Sudah Hampir Menyentuh 1.000 Orang: Pemerintah Mengerahkan Sumber Daya untuk Penanganan Darurat

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.