Sorot Indonesia – Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) baru saja menandatangani buku karya Rismon Sianipar yang berisi bukti bahwa ijazahnya asli. Acara penandatanganan ini berlangsung pada 17 Juni 2026 di kediaman pribadi Jokowi di Surakarta, Jawa Tengah. Buku berjudul Monografi Otentikasi Ijazah Joko Widodo ini merupakan kajian mendalam mengenai keaslian ijazah yang selama ini dipertanyakan oleh beberapa pihak.
Buku setebal 800 halaman ini akan disebarkan ke seluruh perpustakaan universitas di Indonesia, dengan rekomendasi penempatan pertama di Universitas Gadjah Mada (UGM). Rismon Sianipar menyatakan bahwa penempatan buku di UGM diharapkan dapat menjadi objek kajian akademik yang objektif dan netral.
Dalam pernyataannya, Rismon mengungkapkan bahwa Jokowi terlihat semringah saat melihat hasil karyanya. “Jadi Pak Jokowi semringah, karena ini mengembalikan nama baik beliau yang selama ini dituding memiliki ijazah palsu. Buku ini bisa menjadi rujukan yang jelas bagi peneliti di tingkat perguruan tinggi,” ujarnya.
Polemik mengenai keaslian ijazah Jokowi telah berkembang sejak beberapa waktu lalu, dan telah melibatkan berbagai pihak. Terbaru, Polda Metro Jaya telah memeriksa 94 saksi dalam penyidikan kasus tuduhan ijazah palsu yang melibatkan Jokowi, termasuk 26 orang ahli dari berbagai disiplin ilmu.
Di antara yang ditangkap terkait kasus ini adalah Roy Suryo, yang merupakan salah satu sosok yang paling vokal mempertanyakan ijazah Jokowi. Penangkapan tersebut menandai babak baru dalam polemik yang telah berlangsung cukup lama ini.
Penyidik juga melakukan uji forensik terhadap dokumen-dokumen yang berkaitan dengan ijazah Jokowi untuk memastikan keaslian dan kevalidannya. Kombes Pol Iman Imanuddin, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, menegaskan bahwa semua alat uji yang digunakan dalam pemeriksaan telah tersertifikasi.
Rismon Sianipar, yang juga merupakan ahli digital forensik, berupaya untuk memberikan bukti yang solid melalui buku yang ditandatangani oleh Jokowi. Dengan dukungan dari hasil penelitian yang objektif, ia berharap buku ini dapat mengakhiri berbagai spekulasi dan tuduhan yang tidak berdasar terhadap Presiden.
Melalui langkah ini, Jokowi tidak hanya ingin membuktikan keaslian ijazahnya, tetapi juga mengembalikan kepercayaan publik terhadapnya. Penandatanganan buku karya Rismon Sianipar yang berisi bukti ijazahnya asli: Dikirim ke UGM [titlebase] menjadi langkah penting dalam meredakan kontroversi yang telah mengganggu stabilitas politik saat ini.
Seiring berjalannya waktu, diharapkan buku ini dapat menjadi referensi bagi akademisi dan masyarakat luas dalam menilai keabsahan dokumen pendidikan dan menjaga integritas publik seorang pejabat negara.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
