Sorot Indonesia – Analis pertahanan Barat mengatakan bahwa Iran telah mengambil peluang untuk memecah belah kongsi antara Amerika Serikat (AS) dan Israel. Hal ini disebabkan oleh persediaan rudal Patriot AS yang turun 65 persen sejak perang dengan Iran pecah pada 28 Februari lalu.

Perang Iran telah menguras stok rudal pertahanan udara AS hingga 65 persen, sehingga kemampuan pertahanan AS dapat terpengaruh jika harus menghadapi konflik besar lainnya, termasuk kemungkinan krisis di Taiwan. Laporan terbaru lembaga pemikir Center for Strategic and International Studies (CSIS) menyebut stok dua rudal pencegat utama AS, yakni Patriot dan THAAD, telah terkuras signifikan akibat operasi militer melawan Iran.

Baca juga:

Menurut analisis CSIS, Amerika kini diperkirakan hanya memiliki sekitar 759 rudal Patriot varian tercanggih. Hal ini merupakan pembaruan dari laporan sebelumnya yang dirilis saat kedua negara sempat memasuki masa gencatan senjata pada 8 April. Pada Rabu (29/7/2026) malam, AS kembali melancarkan serangan terhadap target di Iran setelah Teheran menyerang pasukan Amerika di Yordania.

CSIS melaporkan bahwa stok rudal pencegat Patriot milik AS kini telah berkurang sekitar 65 persen dibandingkan sebelum perang dimulai. Dalam laporan sebelumnya, persediaan Patriot diperkirakan sudah turun 55 persen. Setelah memperhitungkan penggunaan rudal dalam sejumlah pertempuran sejak gencatan senjata berakhir, angka tersebut kembali bertambah sekitar 10 persen.

Analis pertahanan Barat mengatakan bahwa kekurangan persediaan rudal Patriot AS dapat mempengaruhi kemampuan pertahanan AS dalam menghadapi konflik besar lainnya. Mereka juga menyebut bahwa Iran telah mengambil peluang untuk memecah belah kongsi antara AS dan Israel.

Kesimpulan: Persediaan rudal Patriot AS telah turun 65 persen sejak perang dengan Iran pecah, sehingga kemampuan pertahanan AS dapat terpengaruh jika harus menghadapi konflik besar lainnya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.