Sorot Indonesia – Kelompok Houthi Yaman mengeluarkan pernyataan tegas bahwa mereka tidak akan memungut tarif dari kapal-kapal yang melintas di Selat Bab el-Mandeb, meskipun ada laporan yang menyebutkan bahwa mereka terinspirasi untuk meniru langkah Iran dalam mengenakan biaya di jalur strategis tersebut. Houthi menegaskan bahwa pelayaran melalui Selat Bab el-Mandeb tetap gratis dan semua perusahaan pelayaran diimbau untuk tidak terpengaruh oleh individu atau entitas yang tidak berwenang.
Pusat Koordinasi Operasi Kemanusiaan Houthi (HOCC) dalam pernyataannya pada 1 Agustus 2026 menjelaskan bahwa setiap permintaan pembayaran untuk melintasi selat tersebut tidak mewakili Republik Yaman atau HOCC. Pernyataan ini muncul setelah laporan dari sumber anonim yang mengklaim bahwa Houthi berniat memungut tarif sebagai dukungan terhadap Iran, yang saat ini juga berencana untuk mengenakan biaya di Selat Hormuz.
Selat Bab el-Mandeb merupakan jalur penting bagi perdagangan minyak global, dengan sekitar 12 persen aktivitas ekspor dan impor minyak dunia terjadi di perairan ini. Houthi telah dikenal melakukan gangguan terhadap pelayaran di selat ini, yang semakin meningkat seiring dengan ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat. Serangan terbaru Houthi terhadap kapal tanker Arab Saudi pada 22 Juli lalu telah memicu kekhawatiran akan dampak terhadap harga minyak global.
Dalam konteks ini, Arab Saudi merespons ancaman Houthi dengan membentuk koalisi maritim yang melibatkan 14 negara untuk melindungi jalur pelayaran di Laut Merah. Aliansi ini berusaha untuk mencegah potensi gangguan yang dapat mengganggu rantai pasok energi global. Pengamat Timur Tengah memperingatkan bahwa ketegangan di kawasan ini dapat memicu eskalasi lebih lanjut antara AS dan Iran, yang dapat berdampak pada keamanan pelayaran internasional.
Houthi menegaskan bahwa layanan transit aman di Selat Bab el-Mandeb bersifat sukarela dan tidak dikenakan biaya, serta mengingatkan perusahaan pelayaran untuk tidak memberikan informasi atau pembayaran kepada pihak yang mengatasnamakan mereka. Pernyataan ini diharapkan dapat meredakan kekhawatiran di kalangan pelaku industri pelayaran yang bergantung pada jalur tersebut.
Dengan situasi yang terus berkembang, Houthi akan tiru blokade Iran di Selat Bab el-Mandeb [titlebase] menjadi perhatian utama di komunitas internasional. Keamanan jalur pelayaran yang menghubungkan Timur Tengah dengan pasar global tetap menjadi tantangan, dan setiap langkah yang diambil oleh Houthi serta respons dari negara-negara tetangga akan terus dipantau secara ketat.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
