Sorot Indonesia – Jakarta, KOMPAS.com – Dalam beberapa waktu terakhir, informasi mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi sorotan masyarakat. Salah satu isu yang hangat dibicarakan adalah pertanyaan, Cek fakta: MBG bakal disalurkan 2 kali sehari? [titlebase]. Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) melalui Menteri Wihaji menegaskan bahwa program ini tetap berjalan dan akan disinkronkan dengan data penerima manfaat dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Wihaji menjelaskan bahwa saat ini Kemendukbangga sedang melakukan pendataan untuk memastikan jumlah penerima manfaat MBG kelompok 3B, yaitu Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita non-PAUD. “Data ini penting karena jumlah ibu hamil terus bertambah setiap harinya, sehingga kami perlu melakukan sinkronisasi dengan BGN,” ungkapnya saat konferensi pers di Jakarta.
Namun, di tengah berita positif ini, beredar juga kabar hoaks yang menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah resmi menghapus program MBG dan menggantinya dengan uang tunai. Penelusuran oleh tim Cek Fakta Kompas.com menunjukkan bahwa informasi tersebut tidak benar. Meski ada penolakan terhadap MBG di tengah isu korupsi yang melibatkan BGN, program ini tetap ada dan tidak dihapus.
Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) juga telah mengumumkan bahwa penyaluran program MBG akan dihentikan sementara selama periode libur sekolah, mulai 22 Juni hingga 13 Juli 2026. Agustina Arumsari, Wakil Kepala BGN, menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil untuk efisiensi sumber daya dan standardisasi tata kelola operasional. Semua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terlibat dalam program ini tidak akan menerima insentif operasional selama masa libur sekolah.
Dalam penyaluran MBG mendatang, BGN berencana untuk lebih memfokuskan bantuan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan. Sekitar 76 sekolah di Pulau Jawa yang dinilai mampu secara mandiri tidak akan menerima MBG lagi. Anggaran yang sebelumnya dialokasikan untuk sekolah-sekolah ini akan dialihkan untuk mendukung anak-anak di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta kelompok rentan lainnya.
Dengan langkah-langkah ini, Kemendukbangga dan BGN berkomitmen untuk memastikan bahwa bantuan gizi yang diberikan tepat sasaran dan dapat diakses oleh mereka yang paling membutuhkan. Program ini diharapkan dapat membantu meningkatkan status gizi masyarakat, terutama bagi kelompok yang lebih rentan seperti ibu hamil dan balita.
Secara keseluruhan, informasi seputar Cek fakta: MBG bakal disalurkan 2 kali sehari? [titlebase] masih menjadi tanda tanya. Pemerintah melalui Kemendukbangga terus berupaya untuk memperbaiki data dan sistem penyaluran agar bantuan dapat disalurkan secara efektif. Dalam waktu dekat, diharapkan akan ada kejelasan lebih lanjut mengenai frekuensi penyaluran MBG dan langkah-langkah yang akan diambil untuk meningkatkan jangkauan bantuan ini.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
