Sorot Indonesia – Kapten tim nasional Belanda, Virgil van Dijk, mengungkapkan kritiknya terhadap kebijakan FIFA mengenai jeda hidrasi setelah timnya bermain imbang 2-2 melawan Jepang dalam laga pembuka Grup F Piala Dunia 2026. Pertandingan yang berlangsung di AT&T Stadium, Arlington, Texas, pada 15 Juni 2026, tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi Van Dijk, baik karena hasil yang kurang memuaskan maupun karena aturan baru yang dinilai mengganggu jalannya pertandingan.

Van Dijk balas kritik pundit Belanda usai Oranje ditahan Jepang 2-2, terutama terhadap penerapan jeda minum yang diwajibkan dalam setiap pertandingan. Meski memahami pentingnya menjaga kondisi fisik pemain dalam cuaca panas, ia berpendapat bahwa jeda minum tidak selalu diperlukan, terutama saat pertandingan berlangsung di stadion berpendingin udara.

Baca juga:

“Jeda minum itu menarik,” ungkap Van Dijk. “Namun, saya tidak suka bagaimana setiap kali pertandingan berhenti, itu menjadi kesempatan untuk iklan. Hal ini tidak hanya mengganggu ritme permainan, tetapi juga tidak menarik bagi penonton yang menyaksikan dari rumah,” tambahnya.

Pada laga tersebut, Van Dijk berhasil membawa Belanda unggul terlebih dahulu melalui golnya di menit ke-50, namun Jepang berhasil menyamakan kedudukan hanya tujuh menit kemudian melalui Keito Nakamura. Belanda kembali unggul lewat gol Crysencio Summerville di menit ke-64, tetapi kembali dibalas oleh Jepang melalui Daichi Kamada pada menit ke-88, sehingga pertandingan berakhir imbang.

Baca juga:

Van Dijk mengakui bahwa Jepang menunjukkan daya juang yang tinggi meski hanya memiliki sedikit peluang. “Kami bermain sangat rapat di belakang, tetapi Jepang sangat bagus dalam serangan balik,” ucapnya. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun Belanda mendominasi permainan, Jepang mampu memanfaatkan peluang dengan baik untuk mencetak gol.

Setelah pertandingan, Van Dijk kembali menegaskan ketidakpuasannya terhadap regulasi baru FIFA. “Saya rasa setiap pertandingan harus dievaluasi secara terpisah. Tidak semua laga membutuhkan jeda minum yang sama,” tegasnya. Pendapat ini sejalan dengan kritik yang sebelumnya dilontarkan oleh berbagai tokoh sepak bola, termasuk mantan manajer Liverpool, Jurgen Klopp, yang juga mempertanyakan efektivitas aturan tersebut.

Baca juga:

Dalam konteks Piala Dunia 2026, di mana FIFA mulai menerapkan jeda hidrasi berdurasi tiga menit di setiap babak, Van Dijk menyoroti bahwa kebijakan ini muncul setelah pengalaman di FIFA Club World Cup yang lalu, di mana sejumlah pertandingan berlangsung dalam suhu ekstrem. Namun, ia menganggap bahwa keputusan ini harus lebih mempertimbangkan kondisi setiap pertandingan, bukan diterapkan secara seragam.

Van Dijk balas kritik pundit Belanda usai Oranje ditahan Jepang 2-2 dengan harapan bahwa suara dari para pemain juga dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan mengenai regulasi. Dengan hasil imbang ini, Belanda harus bekerja keras di pertandingan-pertandingan berikutnya untuk memastikan posisi mereka di fase grup dan mencapai target mereka di turnamen bergengsi ini.