Sorot Indonesia – Javier Aguirre resmi kembali ke La Liga sebagai pelatih kepala Valencia, dan jejak kariernya membuat laga real madrid vs leganes kembali menjadi topik hangat di kalangan penggemar sepak bola Spanyol. Pelatih asal Meksiko berusia 67 tahun itu menandatangani kontrak hingga akhir musim ini, dengan opsi perpanjangan satu tahun, setelah meninggalkan tim nasional Meksiko pasca Piala Dunia 2026.
Keputusan Aguirre menerima tawaran Valencia mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, ia baru saja mengantar El Tri ke babak 16 besar Piala Dunia, pencapaian yang disebut-sebut sebagai salah satu yang terbaik dalam sejarah modern tim nasional Meksiko. Kini ia harus berhadapan dengan tugas berat mengangkat Los Che dari dasar klasemen.
Warisan Aguirre di Leganes dan Kaitannya dengan Laga Real Madrid vs Leganes
Nama Leganes melekat erat pada perjalanan karier Aguirre. Ia menukangi klub pinggiran Madrid itu pada November 2019 dengan misi menyelamatkan tim dari degradasi. Sayangnya, ia gagal memenuhi target tersebut dan mencatat satu-satunya relegasi dalam karier kepelatihannya. Sejak saat itu, setiap kali real madrid vs leganes tersaji di La Liga, publik selalu mengingat bagaimana klub kecil itu berjuang keras bertahan di kasta tertinggi.
Bagi Leganes, menghadapi Real Madrid selalu menjadi laga paling bergengsi sekaligus paling menantang. Laga real madrid vs leganes kerap menjadi barometer kekuatan skuad mereka, terutama ketika bermain di Santiago Bernabeu. Atmosfer pertandingan ini juga menjadi ajang pembuktian bagi para pelatih yang pernah menangani Leganes, termasuk Aguirre.
Pol Lorente dan Toni Amor Ikut ke Valencia
Dalam konferensi pers perdananya, Aguirre menegaskan bahwa ia hanya membawa dua anggota staf dari tim nasional Meksiko, yakni Pol Lorente sebagai pelatih kebugaran dan Toni Amor. Keduanya dianggap memiliki pemahaman profesional yang sudah terbangun bertahun-tahun.
Lorente sebelumnya sempat diisukan akan bergabung dengan proyek Rafael Marquez bersama tim nasional Meksiko. Namun, Federasi Sepak Bola Meksiko mengumumkan pada 19 September bahwa pelatih kebugaran asal Spanyol itu mengakhiri masa baktinya setelah dua tahun. Aguirre menegaskan bahwa kepindahan Lorente murni karena hubungan kerja sama yang sudah lama terjalin, bukan bentuk intervensi terhadap proses tim nasional.
“Saya orang yang menghormati proses dan proyek,” ujar Aguirre, seraya menambahkan bahwa ia hanya mengambil dua orang yang benar-benar ia kenal baik. Ia juga memberikan dukungan penuh kepada Marquez untuk melanjutkan proyek menuju Piala Dunia 2030.
Karier Panjang Aguirre di Sepak Bola Spanyol
Valencia menjadi klub Spanyol ketujuh yang ditangani Aguirre. Perjalanannya di La Liga dimulai bersama Osasuna pada 2002, di mana ia membawa tim Navarra itu finis keempat dan menembus final Copa del Rey pada musim 2005-06. Setelah itu ia menangani Atletico Madrid, Real Zaragoza, Espanyol, Leganes, dan Mallorca.
| Klub | Periode | Catatan Utama |
|---|---|---|
| Osasuna | 2002-2006 | Finis keempat La Liga, final Copa del Rey |
| Atletico Madrid | 2006-2009 | Juara UEFA Intertoto Cup |
| Real Zaragoza | 2010-2011 | Misi penyelamatan dari degradasi |
| Espanyol | 2012-2014 | Stabilisasi di kasta tertinggi |
| Leganes | 2019-2020 | Satu-satunya relegasi dalam karier |
| Mallorca | 2022-2024 | Final Copa del Rey |
Selain di Spanyol, Aguirre juga mencatatkan pengalaman internasional bersama tim nasional Jepang, Mesir, dan Meksiko, serta klub Al-Wahda di Uni Emirat Arab. Di negaranya, ia meraih gelar liga bersama Pachuca pada 1999 dan Liga Champions CONCACAF bersama Monterrey pada 2021.
Tantangan Berat di Mestalla
Valencia saat ini terpuruk di peringkat kedua dari bawah klasemen La Liga dengan hanya empat poin dari tujuh pertandingan. Carlos Corberan dipecat pada 14 September setelah awal musim yang buruk. Aguirre dijadwalkan diperkenalkan kepada media pada Senin, 28 September, di ruang pers Mestalla.
Manajemen klub menilai Aguirre sebagai sosok ideal untuk memimpin transisi, terutama dengan kehadiran direktur olahraga baru, Braulio Vazquez. Struktur kontrak yang fleksibel memberi klub keamanan sekaligus ruang untuk membangun kemitraan jangka panjang.
Menarik dinantikan bagaimana Aguirre mengangkat performa Valencia, terutama saat menghadapi tim-tim besar. Laga real madrid vs leganes mungkin tidak akan ia alami langsung musim ini, tetapi gaung pertandingan itu tetap menjadi pengingat akan perjalanan panjangnya di sepak bola Spanyol.
Dengan pengalaman lebih dari dua dekade di La Liga, Aguirre membawa harapan baru bagi Valencia. Jika mampu mengulang kesuksesan seperti di Osasuna dan Mallorca, bukan tidak mungkin ia kembali menorehkan sejarah, sekaligus membuat nama Leganes dan laga real madrid vs leganes terus dikenang dalam peta persaingan sepak bola Spanyol.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
