Sorot Indonesia – Harga Pertalite dan Solar naik atau tidak? Begini kata Bahlil Lahadalia. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, bersama Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi, termasuk Pertalite, tidak akan mengalami kenaikan meskipun harga minyak dunia masih dalam keadaan fluktuatif. Hal ini disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Bahlil menegaskan bahwa pernyataan ini merupakan mandat dari Presiden Prabowo Subianto. “Kami berkomitmen bahwa harga BBM subsidi tidak akan naik, bahkan dengan ketidakpastian yang ada di pasar global,” ujarnya. Meskipun ada kemungkinan harga minyak dunia dapat melonjak, pemerintah akan menjaga agar harga Pertalite tetap stabil.
Dalam konteks ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, juga memberikan penjelasan mengenai pasokan Pertalite dan biodiesel yang masih aman hingga akhir 2026. Menurutnya, saat ini, pemerintah membeli minyak dengan harga rata-rata sekitar 91 dolar AS per barel. “Indonesia masih dalam posisi yang relatif aman karena harga minyak yang dibeli pemerintah belum menembus 100 dolar AS per barel,” ungkapnya.
Menanggapi gejolak geopolitik yang mempengaruhi harga energi global, Bahlil menambahkan bahwa kondisi Indonesia masih dapat mengatasi dampak ini. “Kita memiliki cadangan energi domestik yang cukup, terutama dari batu bara, yang menjadi penopang kebutuhan listrik,” jelasnya. Dengan demikian, meskipun ada tantangan dari konflik di Ukraina dan Timur Tengah, pasokan energi di Indonesia tetap terjaga.
Selain itu, Bahlil juga mengungkapkan bahwa harga BBM non-subsidi, seperti Pertamax, akan mengalami penyesuaian seiring dengan pergerakan harga minyak dunia. “Ketika harga minyak dunia turun, maka harga BBM non-subsidi pun disesuaikan. Jika harga minyak naik, harga non-subsidi juga akan disesuaikan,” ujarnya. Hal ini bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat dan memastikan ketersediaan pasokan BBM nasional.
Pemerintah juga tengah menyusun skema pembatasan konsumsi BBM subsidi untuk memastikan bahwa subsidi tepat sasaran. Bahlil menekankan bahwa sepeda motor tidak akan dibatasi dalam penggunaan Pertalite, tetapi pembatasan akan lebih difokuskan pada kendaraan kelas atas. “Kita tidak bisa membiarkan orang kaya menggunakan BBM bersubsidi,” tegas Bahlil.
Dalam situasi saat ini, pemerintah berupaya untuk memastikan bahwa subsidi energi tidak hanya dinikmati oleh kelompok berpenghasilan tinggi, tetapi juga dapat memberikan manfaat kepada masyarakat yang lebih membutuhkan. Dengan langkah-langkah ini, pemerintah berharap dapat mengurangi beban anggaran dan meningkatkan efisiensi penggunaan energi di dalam negeri.
Secara keseluruhan, harga Pertalite dan Solar naik atau tidak? Begini kata Bahlil Lahadalia: pemerintah memastikan stabilitas harga BBM subsidi, meskipun ada fluktuasi di pasar global. Kedepannya, upaya untuk menjaga ketersediaan dan keadilan dalam penyaluran subsidi akan terus dilakukan.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
