Sorot Indonesia – JAKARTA – Gerindra pastikan hubungan Prabowo-Gibran baik-baik saja setelah beberapa isu terkait posisi duduk Gibran Rakabuming Raka dalam sidang kabinet mencuat di media sosial. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa meskipun Gibran duduk di tempat yang berbeda selama sidang, hubungan antara Prabowo dan Gibran tetap harmonis.

Dalam pernyataannya, Jokowi menegaskan bahwa semua posisi dalam sidang kabinet mengikuti aturan konstitusional yang berlaku. “Ya, baik-baik saja enggak ada masalah,” ungkap Jokowi saat menjawab pertanyaan wartawan di Solo, Rabu (12/8/2026). Hal ini sejalan dengan pengamat politik yang menilai bahwa Gibran harus maju dalam Pilpres 2029, sebagai langkah untuk menjaga relevansi politiknya.

Baca juga:

Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, mencermati bahwa pertemuan Jokowi dengan relawan di Solo menunjukkan sinyal tegas untuk mendukung Gibran sebagai calon di Pilpres 2029. “Ini harga mati. Hanya dengan cara inilah Gibran tetap relevan di perpolitikan tanah air di masa mendatang,” ujarnya. Banyak yang mengharapkan Gibran menjadi calon wakil presiden untuk Prabowo, hal ini juga menjadi bagian dari konsolidasi politik yang dilakukan oleh relawan untuk memberikan bobot politik kepada Gibran.

Sementara itu, Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, menyatakan bahwa penilaian terhadap kinerja pemerintahan Prabowo yang “oke” bukan merupakan klaim sepihak. “Ini bukti nyata bahwa arah kebijakan pemerintah berada di jalur yang benar,” ujarnya. Dalam survei terbaru, tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan Prabowo mencapai 63 persen, menunjukkan dukungan yang kuat dari publik terhadap kinerja pemerintah saat ini.

Dalam konteks ini, analisis politik juga menyoroti pentingnya hubungan antara Kapolri dan masyarakat sipil dalam memperkuat stabilitas pemerintahan Prabowo-Gibran. Direktur Eksekutif Lembaga Pemilih Indonesia, Boni Hargens, menilai bahwa kolaborasi antara Polri dan masyarakat sipil menjadi sangat penting untuk menjaga keamanan dan stabilitas nasional. “Penyatuan masyarakat sipil dan Polri dalam satu visi keamanan bersama merupakan langkah strategis yang sangat dibutuhkan oleh pemerintahan Prabowo-Gibran,” jelasnya.

Dengan dukungan dari berbagai elemen masyarakat dan partai politik, Gerindra pastikan hubungan Prabowo-Gibran baik-baik saja dan siap menghadapi tantangan politik ke depan. Gibran, sebagai generasi muda dalam politik, diharapkan dapat membawa perubahan positif dan menjawab kebutuhan masyarakat di masa yang akan datang.

Melihat dinamika politik yang terjadi, jelas bahwa Gerindra dan tim Prabowo-Gibran memiliki rencana yang matang untuk menghadapi Pilpres 2029, dengan harapan dapat mempertahankan stabilitas politik dan ekonomi di Indonesia.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.