Sorot Indonesia – Eksklusif dari Liputan6.com, Jakarta – Ekonomi Indonesia terus tumbuh dengan pesat. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II-2026 mencapai 5,61 persen. Ini merupakan capaian tertinggi di Asia Tenggara.

Kelompok provinsi di Bali dan Nusa Tenggara mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia pada triwulan II-2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kawasan tersebut tumbuh 6,10 persen secara tahunan (y-on-y). Dikutip dari laporan BPS, Jumat (7/8/2026), capaian itu melampaui pertumbuhan Pulau Jawa yang sebesar 5,65 persen, Sulawesi 5,53 persen, Sumatera 5,06 persen, dan Kalimantan 4,10 persen. Sementara pertumbuhan ekonomi terendah terjadi di kelompok provinsi Maluku dan Papua sebesar 1,36 persen.

Baca juga:

Menurut Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh Edy Mahmud, ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan. Dia mencatat nilai produk domestik bruto (PDB) pada kuartal II-2026 atas dasar harga berlaku sebesar Rp 6.552,1 triliun. Sementara itu, PDB atas dasar harga konstan sebesar Rp 3.576,2 triliun.

Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada kuartal II-2026. Angka ini sedikit lebih rendah dari capaian pertumbuhan ekonomi tahunan di kuartal I-2026. Kala itu, ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen. Meski menjadi wilayah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi, kontribusi Bali dan Nusa Tenggara terhadap perekonomian nasional masih sebesar 2,84 persen. Adapun Pulau Jawa tetap mendominasi struktur ekonomi Indonesia dengan kontribusi mencapai 56,47 persen, disusul Sumatera sebesar 22,50 persen.

Ekonomi Indonesia terus tumbuh dengan pesat. Apa saja yang membuatnya berhasil? Salah satu faktor utama adalah investasi yang signifikan di sektor pariwisata. Pariwisata menjadi salah satu sektor yang paling berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Kelompok provinsi di Bali dan Nusa Tenggara merupakan salah satu kawasan yang paling berpotensi dalam sektor pariwisata. Bali dan Nusa Tenggara memiliki keindahan alam yang luar biasa, dengan pantai-pantai yang indah dan gunung-gunung yang megah. Selain itu, kawasan ini juga memiliki budaya yang kaya dan beragam.

Selain investasi di sektor pariwisata, ekonomi Indonesia juga dipengaruhi oleh investasi di sektor lainnya. Salah satu contoh adalah investasi di sektor manufaktur. Manufaktur merupakan salah satu sektor yang paling berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. Investasi di sektor manufaktur membantu meningkatkan produktivitas dan efisiensi industri, sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

Eksklusif dari Liputan6.com, Jakarta – Ekonomi Indonesia terus tumbuh dengan pesat. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II-2026 mencapai 5,61 persen. Ini merupakan capaian tertinggi di Asia Tenggara.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.