Sorot Indonesia – Israel terpukul, AS sebut Hamas tak perlu dilucuti. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menolak rencana pelucutan senjata Hamas yang diusulkan oleh Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Penolakan ini disampaikan Netanyahu melalui video di media sosial, yang menjadi tanggapan resmi pertama mengenai kesepakatan yang telah diterima oleh Hamas.
Dalam video tersebut, Netanyahu menegaskan bahwa Israel tidak akan menarik pasukannya dari Jalur Gaza sampai proses demiliterisasi Hamas benar-benar terwujud. “Presiden Trump berpikir bahwa mereka dapat membuat Hamas melucuti senjata dan melakukan demiliterisasi Gaza. Kami sedang menyelidikinya,” ujar Netanyahu, menegaskan sikap keras pemerintahannya di tengah kampanye pemilihan.
Sementara itu, Hamas, kelompok yang menguasai Gaza, menyatakan telah sepakat untuk melakukan pelucutan senjata secara bertahap sebagai bagian dari kesepakatan yang diajukan oleh Dewan Perdamaian. Namun, Hamas juga meminta kejelasan mengenai syarat-syarat penarikan pasukan Israel dari wilayah mereka. Permintaan ini muncul setelah Dewan Perdamaian merilis roadmap yang mencakup ketentuan pelucutan senjata dan penarikan pasukan secara bertahap.
Seorang pejabat dari Hamas mengungkapkan rasa ketidaknyamanan terhadap pernyataan yang disampaikan oleh Nickolay Mladenov, pejabat tinggi Dewan Perdamaian, yang menyatakan bahwa penarikan pasukan Israel baru akan dilakukan setelah Hamas melucuti senjata secara total. Sebelumnya, Hamas menyatakan bahwa mereka merasa “risih” dengan penekanan tersebut, yang dianggap tidak adil dan tidak mencerminkan kemajuan menuju perdamaian.
Dewan Perdamaian, dalam pernyataannya, menjelaskan bahwa penarikan pasukan Israel hanya akan dilakukan setelah proses pelucutan senjata selesai, sebagaimana telah dikomitmenkan Hamas kepada para mediator. Namun, Israel tetap bersikeras bahwa tidak ada penarikan yang akan dilakukan hingga ada bukti yang jelas bahwa Hamas telah melucuti senjatanya.
Kekhawatiran Israel terhadap keamanan juga terus meningkat meskipun Hamas telah menyatakan kesepakatan untuk pelucutan senjata. Netanyahu menegaskan bahwa militer Israel akan terus menjaga kewenangan penuh untuk melindungi rakyat dan wilayah mereka. “Kami menginstruksikan tentara IDF untuk melakukan apa pun yang diperlukan untuk membela diri,” tuturnya.
Di sisi lain, masyarakat Gaza merespons pengumuman ini dengan skeptisisme. Banyak warga Palestina merasa bahwa kesepakatan yang sering kali gagal di masa lalu membuat mereka ragu akan hasil positif dari perundingan ini. Kepercayaan terhadap kedua belah pihak, baik Hamas maupun Israel, tetap rendah.
Dalam situasi yang semakin kompleks ini, Israel menuntut pelucutan senjata total dan penyerahan senjata kepada negara-negara Barat. Hal ini menambah tantangan bagi Dewan Perdamaian untuk mencapai kesepakatan yang dapat diterima oleh semua pihak. Jika kesepakatan ini tidak bertahan, maka situasi kemanusiaan di Gaza yang sudah parah, bisa semakin memburuk.
Dengan ketegangan yang terus meningkat, masa depan perdamaian di wilayah tersebut tampak semakin suram. Israel terpukul, AS sebut Hamas tak perlu dilucuti, namun jalan menuju resolusi tampaknya masih panjang dan penuh rintangan.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
