Sorot Indonesia – Kediri, Medcom.id – Di SMA Dharma Wanita 1 Pare, cita-cita para siswa kini bukan lagi sekadar impian yang terkurung dalam selembar kertas. Sekolah ini, yang dikenal dengan nama Nyanyian Sunyi Para Pemimpi dari Kediri, telah mengalami transformasi yang mengubah nasib ratusan anak dari keluarga miskin.
Wakil Kepala SMA Dharma Wanita 1 Pare, Siti Fatimah, menceritakan pengalamannya saat menerima siswa-siswa baru. Ketika diminta menuliskan cita-cita, banyak di antara mereka yang hanya menyatakan keinginan untuk membahagiakan orang tua. “Ingin membahagiakan orang tua itu kan bukan cita-cita, itu kewajiban anak,” ujarnya. Hal ini mencerminkan betapa terbatasnya harapan dan impian anak-anak yang terlahir dalam kondisi ekonomi yang sulit.
Namun, keadaan mulai berubah. Perubahan ini diawali dari sebuah keputusan Pemerintah Kabupaten Kediri untuk mengubah SMA Dharma Wanita 1 Pare menjadi sekolah berasrama yang gratis bagi anak-anak prasejahtera. Sejak tahun 2023, sekolah ini tidak hanya memberikan pendidikan, tetapi juga tempat tinggal, makanan, dan uang saku bagi para siswa. Dengan fasilitas yang lengkap, harapan baru pun hadir di hati para siswa.
Sejak transformasi tersebut, SMA Dharma Wanita 1 Pare kini menampung 346 siswa. Setiap bulan, mereka menerima uang saku sebesar Rp200 ribu, dengan Rp50 ribu di antaranya ditabung untuk masa depan mereka. Pendekatan ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk mengejar pendidikan yang lebih baik.
Transformasi tidak hanya terjadi pada fasilitas, tetapi juga pada kualitas pengajaran. Sebanyak 36 guru di sekolah ini mendapatkan pelatihan dari Putera Sampoerna Foundation (PSF) untuk meningkatkan metode pengajaran mereka. Salah satu metode yang diperkenalkan adalah Project-Based Learning (PjBL), yang mendorong siswa untuk aktif memecahkan masalah nyata. Siti menjelaskan, “Metode ini tidak sekadar menghasilkan produk, tetapi juga membangun pemahaman yang lebih dalam bagi siswa.”
Hasil dari transformasi ini terlihat jelas. Anak-anak yang dulunya tidak memiliki keberanian untuk bermimpi kini mulai berani untuk menyebutkan cita-cita mereka. Beberapa siswa bahkan mengungkapkan ambisi mereka untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Salah satunya adalah Kelvin, yang dengan penuh percaya diri menyatakan ingin menjadi seorang Presiden.
Tahun ini, SMA Dharma Wanita 1 Pare mencatatkan prestasi yang membanggakan, dengan 73,21 persen lulusan diterima di perguruan tinggi negeri, termasuk universitas-universitas terkemuka seperti ITS, Unair, dan Universitas Brawijaya. Bagi siswa yang tidak bisa merantau, sekolah ini juga menjalin kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi lokal untuk memberikan beasiswa.
Siti Fatimah selalu mengingatkan para siswa tentang tanggung jawab mereka. “Ingat, kamu punya utang kepada rakyat Kabupaten Kediri yang mendukung pendidikanmu secara gratis,” ujarnya. Pesan ini menjadi pengingat bahwa pendidikan yang mereka terima adalah investasi yang harus dibalas dengan pengabdian kepada masyarakat.
Di SMA Dharma Wanita 1 Pare, Nyanyian Sunyi Para Pemimpi dari Kediri kini bertransformasi menjadi melodi harapan yang menggema. Sekolah yang dulunya hampir tenggelam kini berdiri tegak, dengan para siswa yang siap menghadapi masa depan. Siti percaya, dalam sepuluh tahun ke depan, salah satu dari mereka mungkin akan menjadi pemimpin negeri ini.
