Sorot Indonesia – Dalam dunia sepak bola, istilah ‘GOAT‘ atau ‘Greatest of All Time’ sering digunakan untuk menggambarkan para pemain terbaik sepanjang masa. Lionel Messi, kapten timnas Argentina, adalah salah satu yang paling sering disebut dalam konteks ini. Saat Argentina bersiap menghadapi Inggris di semifinal Piala Dunia, penampilan Messi kembali mencuri perhatian publik.
Statistik terbaru menunjukkan bahwa Messi telah menghabiskan hampir 47% dari total waktunya di lapangan dengan berjalan kaki. Ini merupakan persentase tertinggi di antara pemain lapangan lainnya. Pendekatan ini menunjukkan bagaimana Messi beradaptasi dengan kondisi fisiknya yang semakin menurun seiring bertambahnya usia. Dalam turnamen ini, ia hanya berlari sejauh 8,2 km per 90 menit dan melakukan rata-rata 2,7 sprint per pertandingan, jauh lebih sedikit dibandingkan 5,3 sprint yang dilakukannya empat tahun lalu.
Namun, meskipun pengurangan aktivitas fisik, kontribusi Messi di lapangan tetap tak tertandingi. Ia telah mencetak delapan gol dan memberikan tiga assist, menjadikannya pemimpin dalam daftar pencetak gol terbanyak bersama Kylian Mbappé. Selain itu, Messi juga menciptakan 21 peluang, total tertinggi sejak era Diego Maradona pada tahun 1986.
Messi mengungkapkan bahwa ia telah belajar banyak tentang taktik sepak bola, terutama selama masa kepelatihan Pep Guardiola di Barcelona. “Dulu saya tidak terlalu memperhatikan taktik. Namun, bersama Guardiola, saya mulai memahami bagaimana permainan ini sebenarnya berjalan,” katanya. Dengan pengetahuan taktis ini, Messi mampu membaca permainan dengan lebih baik, mengoptimalkan setiap gerakan, dan menghemat energi untuk momen-momen penting.
Argentina, yang kini bertekad untuk menjadi negara pertama yang mempertahankan gelar Piala Dunia sejak 1962, memiliki tantangan besar di depan mereka. Inggris, sebagai lawan yang tangguh, harus menemukan cara untuk menghentikan Messi, yang sudah mencetak gol atau memberikan assist dalam 15 pertandingan Piala Dunia sebelumnya. Jika Messi dapat mengendalikan tempo pertandingan, Argentina mungkin akan melangkah lebih dekat menuju final.
Di luar lapangan, Messi juga menarik perhatian melalui kolaborasinya dengan aktor Tom Holland dalam promosi film “Spider-Man: Brand New Day”. Holland mengungkapkan kekagumannya terhadap Messi, menyebutnya sebagai ‘GOAT dari GOAT’. Dalam video promosi tersebut, Messi terlihat mencari superhero terkenal dengan menggunakan aplikasi khusus, menunjukkan sisi lain dari sang legenda.
Sementara itu, di Calgary, Kanada, ‘goat’ juga menjadi isu menarik, tetapi dengan konteks yang berbeda. Sekitar 600 kambing dari Baah’D Plant Management & Reclamation kembali dikerahkan di Nose Hill Park untuk membantu mengendalikan pertumbuhan gulma. Kehadiran kambing ini merupakan cara yang ramah lingkungan untuk merawat lahan dan menjaga keseimbangan ekosistem, mirip dengan peran Messi dalam timnya.
Dengan semua perhatian tertuju pada Messi, baik di lapangan maupun di luar lapangan, kita bisa melihat bagaimana seorang ‘GOAT’ tidak hanya memengaruhi permainan sepak bola tetapi juga budaya pop. Dalam pertandingan semifinal melawan Inggris nanti, seluruh dunia akan menyaksikan apakah Messi dapat kembali mendominasi, membawa Argentina ke final, dan mengukuhkan statusnya sebagai salah satu yang terhebat dalam sejarah olahraga.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
