Sorot Indonesia – Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD, mengungkapkan ketidakakuran antara Kejaksaan dan Kepolisian RI yang sudah berlangsung lama.

Menurut Mahfud, antara Kapolri dan Jaksa Agung kerap enggan duduk di satu forum yang sama, karena keinginannya beda.

Baca juga:

Mahfud juga mengaku sudah mengingatkan Presiden soal ketidakakuran tersebut, dan tidak kehabisan akal untuk mendatangi kantor Kapolri atau Kejaksaan secara langsung.

Bayangkan saja, setan ketemu setan, biar saling bongkar korupsinya. Itu yang terjadi sekarang antara kejaksaan dan kepolisian sejak dulu keduanya ini gak mau rukun, selalu bersaing gak mau sinergi sehingga meletus seperti ini.

Mahfud juga memuji Polri dan Kejagung atas keberhasilan membongkar kasus korupsi besar, serta mendorong keduanya untuk saling berlomba dalam pemberantasan korupsi.

Kejagung menegaskan pengusutan kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai prioritas utama, dengan jumlah nama terduga yang terus bertambah hingga 47 orang.

Febrie Adriansyah mengundurkan diri dari jabatan Jampidsus setelah disorot terkait penggeledahan dan penyitaan barang bukti, sementara Polri masih menyiapkan penetapan tersangka.

Selamat kepada Polri yang telah menjebol tembok persembunyian harta-harta yang diduga hasil korupsi di sebuah kafe dan beberapa titik lainnya. Selamat kepada Kejagung yang terus memburu koruptor di BGN dan MBG. Silakan berlomba untuk saling bongkar korupsi. Itu bagus untuk pemberantasan korupsi.

Itu bagus untuk pemberantasan korupsi, dan juga untuk membangun kepercayaan publik bahwa pemberantasan korupsi benar-benar dilakukan dengan serius dan sungguh-sungguh.

Itu bagus untuk pemberantasan korupsi.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.