Sorot Indonesia – Ratusan anak sekolah demo dukung MBG diduga diarahkan Diknas dan sekolah, orangtua terkejut. Aksi demonstrasi yang berlangsung pada Rabu, 8 Juli 2026, di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, menarik perhatian publik dan orangtua siswa. Para peserta aksi, yang merupakan siswa dari berbagai sekolah, berunjuk rasa untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai sangat penting bagi masyarakat.
Massa yang terdiri dari ratusan anak sekolah ini berusaha menerobos blokade polisi untuk menuju kantor Badan Gizi Nasional (BGN). Meski aksi ini diwarnai dengan saling dorong antara massa dan aparat kepolisian, tujuan mereka tetap sama: meminta agar pemerintah melanjutkan program MBG yang dianggap akan melindungi 1,5 juta lapangan pekerjaan.
Dalam orasi yang dilakukan di lokasi, salah satu orator menegaskan, “Kalau MBG dihentikan, akan ada 1,5 juta orang kehilangan pekerjaan. Negara harus hadir!” Peserta aksi juga mengungkapkan kekecewaan ketika tidak ada perwakilan BGN yang menemui mereka saat tiba di lokasi unjuk rasa.
Di Surabaya, ratusan mitra pengelola program MBG juga menggelar aksi serupa. Mereka menuntut agar program ini dilanjutkan dan meminta agar BGN lebih transparan dalam pengelolaan program. Ketua DPD Himpunan Mitra Dapur Generasi Emas (HMD-Gemas) Kota Surabaya, Bagiyon, menyatakan harapannya agar pemerintah tidak mengorbankan relawan atau pekerja dapur MBG. “Program ini sangat bagus, hanya perlu perbaikan tata kelola agar semakin sempurna,” ujarnya.
Aksi di Jakarta dan Surabaya ini menunjukkan betapa pentingnya keberlanjutan program MBG, tidak hanya bagi para pekerja, tetapi juga bagi masyarakat yang membutuhkan gizi yang baik. Orangtua siswa yang melihat aksi ini mengaku terkejut mengetahui bahwa anak-anak mereka terlibat dalam demonstrasi yang diduga diarahkan oleh Dinas Pendidikan.
Sejumlah orangtua mengungkapkan kekhawatiran mereka tentang keterlibatan anak-anak dalam politik. Salah satu orang tua siswa mengungkapkan, “Saya tidak setuju anak-anak terlibat dalam demonstrasi. Mereka seharusnya belajar di sekolah, bukan berada di jalanan.” Namun, ada juga yang mendukung aksi anak-anak mereka, karena dianggap sebagai bentuk kepedulian terhadap isu gizi dan kesehatan.
Sebanyak 1.686 aparat kepolisian dikerahkan untuk mengamankan jalannya aksi di Jakarta, dengan harapan situasi tetap kondusif. Rekayasa lalu lintas juga diterapkan di sekitar lokasi aksi untuk menghindari kemacetan.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu inisiatif penting yang bertujuan untuk memberikan akses makanan bergizi kepada masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan lainnya. Namun, penghentian program ini selama liburan sekolah, berdasarkan Surat Edaran No.12/2026, telah menuai protes dari berbagai kalangan, termasuk anak-anak sekolah yang terlibat dalam aksi demo ini.
Dalam konteks ini, penting bagi pihak berwenang untuk mendengarkan aspirasi masyarakat dan memastikan keberlangsungan program MBG demi kesejahteraan bersama. Dengan dukungan dari berbagai elemen masyarakat, diharapkan program ini dapat dilanjutkan dan dikelola dengan lebih baik untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
