Sorot Indonesia – Tak mau korbankan kenyamanan penumpang, operator kapal Lombok-Bali desak kenaikan tarif. Hal ini disebabkan oleh minimnya jumlah penumpang yang menggunakan kapal cepat rute Banyuwangi-Denpasar. Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Nyono, mengatakan bahwa kapal cepat Express Bahari rute Banyuwangi-Denpasar berhenti beroperasi sampai waktu yang tidak ditentukan.

Menurut Nyono, kapal cepat tersebut bisa beroperasi kembali asal mendapat subsidi dari pemerintah pusat karena menjadi transportasi antar-provinsi. Operator berharap ada subsidi dari pusat karena lintas antar-provinsi. Subsidi dibutuhkan untuk menutupi biaya operasional karena minimnya jumlah penumpang.

Load factor penumpang berada di angka 25% atau rata-rata terisi 100 penumpang dari total 400 penumpang. Jumlah 25 persen atau 100 penumpang belum bisa menutupi biaya operasional kapal, karena ini non subsidi. Sebelumnya, Nyono mengatakan faktor utama penyebab berhentinya Kapal Cepat Banyuwangi-Denpasar akibat sepinya penumpang.

Tak mau korbankan kenyamanan penumpang, operator kapal Lombok-Bali desak kenaikan tarif. Dengan penumpang sekitar 25%, Nyono menyebut operator harus menanggung kerugian di setiap perjalanan. Sedangkan Kapal Cepat Banyuwangi-Denpasar tidak mendapat subsidi dari pemerintah.

Kapal Cepat Banyuwangi-Denpasar mulai beroperasi pada Agustus 2025. Di mana kapal cepat beroperasi pada hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu. Untuk keberangkatan dari Pelabuhan Boom Marina Banyuwangi pukul 10.00 WIB, sedangkan dari Pelabuhan Serangan Denpasar pukul 15.00 WITA.

Untuk durasinya, perjalanan dari Banyuwangi menuju Denpasar atau sebaliknya hanya menempuh waktu sekitar 3 jam. Dari sisi tarif, saat ini tiket kapal cepat Banyuwangi-Denpasar dipatok seharga Rp 225.000. Selama hampir 1 tahun beroperasi, Kapal Cepat Banyuwangi-Denpasar banyak mengalami kendala mulai dari cuaca ekstrem di laut Bali hingga perawatan kapal yang menyebabkan tidak ada pelayanan selama beberapa pekan.

Tak mau korbankan kenyamanan penumpang, operator kapal Lombok-Bali desak kenaikan tarif. Tak mau korbankan kenyamanan penumpang, operator kapal Lombok-Bali desak kenaikan tarif karena minimnya jumlah penumpang yang menggunakan kapal cepat rute Banyuwangi-Denpasar.

Kesimpulan, operasional kapal cepat Banyuwangi-Denpasar saat ini masih berhenti karena minimnya jumlah penumpang. Tak mau korbankan kenyamanan penumpang, operator kapal Lombok-Bali desak kenaikan tarif untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan menghindari kerugian.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.