Sorot Indonesia – Warga Palangka Raya, Kalimantan Tengah, saat ini sedang menghadapi masalah serius dengan pemadaman listrik yang berkepanjangan. Mati lampu yang terjadi di wilayah tersebut telah mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat dan menimbulkan berbagai keluhan dari pelanggan PLN. Pada hari Jumat, 3 Juli 2026, PT PLN (Persero) mengumumkan jadwal pemadaman listrik terbaru yang berlangsung dari pukul 12.30 WIB hingga 17.00 WIB, menyebabkan banyak pelanggan merasa tertekan dengan situasi ini.

Menurut informasi yang diterima, pemadaman ini disebabkan oleh gangguan teknis pada komponen Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU). Hal ini mengakibatkan pasokan daya sistem terganggu dan PLN terpaksa melakukan pengaturan operasi untuk menjaga keandalan serta stabilitas sistem kelistrikan.

Baca juga:

Beberapa area yang terdampak pemadaman listrik meliputi kawasan perumahan dan pusat bisnis di sepanjang Jalan RTA Milono, Jalan Veteran, serta beberapa lokasi lain yang terdaftar dalam pengumuman resmi PLN. Masyarakat di sepanjang jalan tersebut harus mempersiapkan diri dengan baik untuk mengatasi mati lampu ini, termasuk mencari alternatif penerangan saat listrik padam.

Sementara itu, anggota Komisi XII DPR, Sigit Karyawan Yunianto, menyoroti pernyataan PLN yang menyebutkan bahwa pemadaman bergilir tidak lagi terjadi sejak 21 Juni 2026. Ia menegaskan bahwa kenyataannya masih ada pemadaman yang berlangsung secara bergantian, yang ia sebut sebagai “menyala bergilir”. Hal ini menimbulkan kekecewaan di kalangan masyarakat yang berharap pemadaman listrik dapat segera diatasi secara menyeluruh.

Di kota lain, seperti Samarinda dan Balikpapan, pemadaman listrik juga terjadi pada hari yang sama. PLN mengumumkan bahwa wilayah-wilayah tersebut akan mengalami mati lampu dari pukul 18.00 hingga 21.00 WITA akibat gangguan teknis yang sama pada PLTGU. Penghentian sementara pasokan listrik ini berdampak pada ribuan pelanggan, termasuk kawasan industri, permukiman, dan pusat perdagangan.

PLN menjelaskan bahwa pemadaman listrik ini merupakan langkah sementara untuk menjaga keseimbangan pasokan daya dan mencegah gangguan yang lebih luas. Masyarakat pun diimbau untuk tetap mengikuti perkembangan informasi terkait pemadaman listrik melalui aplikasi PLN Mobile agar dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik.

Situasi ini menunjukkan bahwa masalah kelistrikan di Kalimantan, khususnya di Palangka Raya, masih memerlukan perhatian lebih dari pemerintah dan perusahaan penyedia listrik. Masyarakat berharap agar PLN dapat segera menyelesaikan masalah ini dan meningkatkan keandalan pasokan listrik di masa depan, sehingga tidak ada lagi warga yang harus menghadapi mati lampu secara terus-menerus.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.