Sorot Indonesia – PT Niramas Utama Tbk, yang lebih dikenal dengan merek Inaco (JELI), akan melaksanakan penawaran umum perdana saham (IPO) di Bursa Efek Indonesia dengan target penggalangan dana sebesar Rp 392 miliar pada awal Juli 2026. Rencana IPO ini menarik perhatian para investor, terutama setelah perusahaan mencatatkan pertumbuhan laba yang cukup signifikan tahun lalu.

Baca juga:

Pada tahun 2025, Inaco melaporkan laba bersih sebesar Rp 38,37 miliar, melonjak 208,93% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp 12,42 miliar. Meskipun pendapatan perusahaan mengalami penurunan sebesar 4,49% menjadi Rp 753,05 miliar, hal ini tidak menyurutkan optimisme investor. Direktur Niramas Utama, Adhi S. Lukman, menjelaskan bahwa penurunan pendapatan tersebut disebabkan oleh evaluasi terhadap portofolio produk, di mana perusahaan secara selektif menghentikan penjualan SKU yang kurang menguntungkan.

Dalam prospektus IPO, Inaco (JELI) menawarkan sekitar 350 juta lembar saham, yang setara dengan 25,93% dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh pasca-IPO. Harga saham yang ditawarkan berkisar antara Rp 900 hingga Rp 1.120. Dengan langkah ini, perusahaan tidak hanya bertujuan untuk memperkuat posisi di pasar domestik tetapi juga untuk memperluas jangkauan ke pasar internasional, termasuk negara-negara di Afrika dan Eropa.

Adhi menambahkan bahwa langkah efisiensi yang diterapkan perusahaan terbukti efektif, terlihat dari peningkatan EBITDA sebesar 28,14% dan Return on Equity (ROE) yang meningkat menjadi 26,82% pada tahun 2025. Ini menunjukkan bahwa meskipun terjadi penurunan dalam pendapatan, manajemen Inaco berhasil mengelola biaya operasional dengan baik.

Baca juga:

Rencana IPO Inaco (JELI) juga menarik perhatian di tengah banyaknya perusahaan yang berencana untuk melaksanakan IPO. Investor di pasar modal saat ini sangat selektif dalam memilih saham, dan indikator kinerja yang positif dari Inaco dapat menjadi daya tarik tersendiri. Analis memperkirakan bahwa valuasi saham Inaco telah mencerminkan ekspektasi pertumbuhan yang cukup tinggi, sehingga investor perlu mempertimbangkan dengan matang sebelum mengambil keputusan investasi.

Sementara itu, dalam lanskap IPO Indonesia yang semakin ramai, Inaco (JELI) memiliki posisi yang unik. Selain berfokus pada pengembangan produk berbasis kelapa dan serat alami, Inaco juga dikenal sebagai pemimpin pasar dalam produk nata de coco dan minuman jeli. Dengan strategi ekspansi yang jelas dan komitmen terhadap efisiensi, prospek saham Inaco (JELI) diharapkan terus positif di masa depan.

Secara keseluruhan, Inaco (JELI) bakal IPO Rp 392 miliar di awal Juli 2026, begini prospek sahamnya menjadi berita yang patut dicermati oleh para investor. Dengan kinerja keuangan yang solid dan rencana ekspansi yang ambisius, Inaco berpotensi memberikan imbal hasil yang menarik bagi para pemegang saham.

Baca juga:

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.