Sorot Indonesia – Sebuah unggahan yang menarasikan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, melakukan mark up atau penggelembungan anggaran pengadaan untuk layanan hemodialisis (HD) di RSUD KH Muhammad Thohir Krui Pesisir Barat, Lampung hingga Rp30 miliar viral di media sosial. Angka tersebut muncul saat Menkes melakukan dialog kepada Presiden Prabowo Subianto saat peresmian RSUD tersebut pada Rabu (10/6/2026).

Baca juga:

"KETIKA MENKES SECARA TERANG-TERANGAN MARK UP ANGGARAN ALKES HINGGA 675% DI DEPAN PRESIDEN," tulis akun Instagram @critijal.collapse. Benarkah Menkes menggelembungkan anggaran alkes?

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Aji Muhawarman menjelaskan apa yang dimaksud oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin terkait dengan pengadaan senilai Rp 30 miliar saat berdialog dengan Presiden Prabowo Subianto pada peresmian RSUD tersebut minggu lalu adalah nilai total pengadaan alat kesehatan canggih untuk setiap 66 RSUD yang masuk dalam Program Hasil Cepat Terbaik (PHTC), atau Quick Win. "Masing-masing RSUD akan mendapatkan dukungan alkes canggih senilai lebih dari Rp 30 miliar dari program SIHREN (Strengthening Indonesia's Healthcare Referral Network). Alat tersebut termasuk cathlab, CT scan 64 slice, echocardiography, mammography, dan lain-lain. RSUD Krui sendiri mendapatkan bantuan sekitar Rp 31.7 miliar tahun ini untuk pengadaan alat canggih tersebut. Angka ini bukan hanya untuk layanan HD," kata Aji.

Aji berharap masyarakat tidak termakan hoaks yang beredar seolah-olah Menkes melakukan penggelembungan harga. Setiap RSUD akan mendapatkan bantuan alat kesehatan mendasar dengan kisaran Rp20 miliar hingga Rp30 miliar. "RSUD Krui mendapatkan bantuan sekitar Rp25 miliar untuk tahun anggaran 2025 dan 2026," ucapnya.

Baca juga:

Sejumlah alat tersebut antara lain bed patient, defibrillator, mesin anestesi, patient monitor, patient monitor ICU, syringe pump, USG, serta ventilator untuk layanan dewasa, anak, dan anestesi. Ada juga untuk bed ICU set, instrument general surgery, instrument sectio caesaria, mobile X-Ray, operating lamp, operating table, plasma sterilizer, infusion pump, serta berbagai alat penunjang pelayanan kegawatdaruratan dan ruang operasi.

Kementerian Kesehatan menjelaskan angka Rp30 miliar yang disebut Menkes adalah total pengadaan alat kesehatan canggih untuk 66 RSUD dalam program SIHREN, bukan mark up anggaran. RSUD KH Muhammad Thohir Krui di Lampung menerima bantuan alat kesehatan senilai sekitar Rp25 miliar untuk tahun anggaran 2025–2026 dari program pemerintah tersebut. Pemerintah menegaskan narasi mark up Rp30 miliar merupakan hoaks, karena total dukungan alkes untuk RSUD Krui mencapai Rp56,7 miliar sesuai rencana pengadaan resmi.

Disclaimer: Ini adalah liputan langsung.

Baca juga:

Kesimpulan.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.