Sorot Indonesia – Presiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan bahwa FIFA bantah ambil untung dari jeda minum Piala Dunia 2026. Ia menyatakan bahwa jeda minum yang diterapkan selama turnamen mendatang murni bertujuan untuk menjaga kesehatan dan sportivitas pemain.
Jeda minum ini akan diadakan di setiap pertandingan Piala Dunia 2026 untuk membantu para pemain menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang diperkirakan akan terjadi di beberapa lokasi di Amerika Utara. Kebijakan ini, meski ditujukan untuk kesehatan, telah memicu beragam reaksi dari berbagai kalangan, termasuk pemain, pelatih, dan penonton di stadion.
FIFA telah merencanakan jeda minum berdurasi sekitar tiga menit di tengah babak pertama dan kedua setiap pertandingan. Langkah ini ditujukan untuk melindungi kondisi fisik para pemain yang bertanding di bawah suhu yang tinggi.
Beberapa pertandingan mungkin berlangsung dalam kondisi cuaca yang sangat panas, sementara yang lain akan diadakan di stadion yang dilengkapi pendingin udara atau memiliki atap tertutup, seperti laga antara Inggris dan Ghana yang berlangsung di Stadion Gillette dengan suasana yang lebih nyaman.
Infantino menambahkan bahwa penerapan jeda minum ini bertujuan untuk menciptakan kondisi permainan yang setara bagi semua tim. Ia menolak keras anggapan bahwa jeda ini berkaitan dengan kepentingan komersial atau untuk menambah pendapatan FIFA. “Ini bukan masalah finansial bagi kami. Semua kesepakatan komersial sudah dibuat jauh sebelumnya. Ini murni persoalan olahraga,” ungkap Infantino, seperti yang dikutip dari BBC.
Selama jeda minum, staf pelatih diperbolehkan untuk memberikan instruksi taktis kepada pemain. Hal ini dianggap penting dalam strategi pertandingan, terutama dalam kompetisi panjang seperti Piala Dunia yang berlangsung lebih dari satu bulan.
Walau bertujuan untuk kesehatan, jeda minum ini tidak lepas dari kontroversi di lapangan. Beberapa penonton bahkan sering memberikan siulan saat wasit menghentikan pertandingan untuk jeda minum. Di sisi lain, beberapa stasiun televisi di luar Inggris diketahui menayangkan iklan selama jeda berlangsung, yang memunculkan spekulasi mengenai potensi keuntungan komersial terkait jeda ini.
FIFA menegaskan bahwa semua kontrak siaran dan iklan telah disepakati sebelum turnamen dimulai, sehingga tidak ada keuntungan tambahan yang diperoleh dari jeda minum tersebut. Namun, analis media memperkirakan bahwa slot iklan berdurasi 30 detik untuk siaran Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat memiliki nilai yang sangat tinggi, berkisar antara USD200.000 hingga USD750.000, tergantung pada pertandingan yang sedang berlangsung, terutama untuk laga tuan rumah dan fase final turnamen.
Dengan adanya jeda minum di setiap pertandingan, diperkirakan potensi nilai iklan selama turnamen di AS bisa mencapai lebih dari USD250 juta, menambah spekulasi mengenai keuntungan yang mungkin muncul dari kebijakan tersebut.
Secara keseluruhan, FIFA bantah ambil untung dari jeda minum Piala Dunia 2026 menunjukkan bahwa fokus utama FIFA adalah kesehatan pemain dan integritas pertandingan. Namun, keberadaan jeda ini tetap menjadi topik perdebatan di kalangan penggemar dan pelaku olahraga.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
