Sorot IndonesiaKrisis besar Honda sedang berlangsung, dengan CEO Toshihiro Mibe diminta mengundurkan diri. Namun, perusahaan ini masih menghadapi masalah lain, yaitu motor matik yang sering hilang oli tanpa kebocoran.

Tahun lalu, Honda membukukan kerugian sekitar 15,7 miliar dolar AS (Rp282,4 triliun) akibat komitmen berlebihan terhadap EV. Beberapa minggu kemudian, Chief Executive Toshihiro Mibe diminta mengundurkan diri, tetapi ia menolak.

Baca juga:

Mantan eksekutif Honda yang telah pensiun mulai mengadakan pertemuan untuk membahas berbagai masalah yang sedang dihadapi pabrikan Jepang tersebut. Mereka menyalahkan Mibe dan mempermasalahkan pengabaiannya terhadap China serta tanggung jawabnya atas kesalahan strategi EV yang menyebabkan kerugian yang besar.

Seorang mantan chief executive Honda berusia 90 tahun, Nobuhiko Kawamoto, mengunjungi kantor pusat Honda dan meminta Mibe untuk mengundurkan diri. Mibe mengatakan hal itu tidak akan terjadi.

Baca juga:

Motor matik modern dirancang untuk menjadi lebih efisien dan bertenaga, namun ada konsekuensi mekanis yang jarang disadari. Salah satu masalah yang dihadapi adalah dinding silinder yang makin tipis, membuat panas mudah menumpuk dan oli cepat menguap saat mesin bekerja berat.

Penggunaan oli encer demi efisiensi bikin pelumas rentan menguap di suhu tinggi, sehingga perlu rutin cek volume oli. Banyak pemilik sepeda motor matik keluaran terbaru yang terkejut saat melakukan servis rutin karena oli mesin dikuras, volumenya berkurang drastis bahkan hanya tersisa setengahnya, padahal knalpot sama sekali tidak mengeluarkan asap mengepul.

Baca juga:

Faktor penguapan (evaporation loss) adalah penyebab paling dominan dari hilangnya oli tanpa asap ngebul. Motor matik bekerja pada putaran mesin (RPM) yang cenderung lebih tinggi dan konstan jika dibandingkan dengan motor bebek atau motor sport. Ditambah lagi, posisi mesin matik yang tertutup oleh bodi plastik dan komponen transmisi CVT membuat sirkulasi udara pendingin menjadi kurang optimal.

Kesimpulan: Krisis besar Honda masih berlangsung, namun perusahaan ini harus menghadapi masalah lain, yaitu motor matik yang sering hilang oli tanpa kebocoran. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pengecekan volume oli secara mandiri melalui stik saring setiap dua minggu sekali untuk menghindari risiko macet akibat kehabisan pelumas.