Sorot Indonesia – Dalam langkah yang signifikan, Istana kurangi anggaran MBG setelah penataan, Menkeu Purbaya ikuti arahan Prabowo: tunggu Bu Nanik. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Agustina Arumsari, mengumumkan bahwa anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun 2026 mengalami pemangkasan hampir Rp40 triliun dari pagu awal yang mencapai Rp268 triliun. Hal ini terjadi setelah pemerintah melakukan penajaman anggaran sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG.

Agustina menjelaskan, setelah penajaman, sisa anggaran MBG kini menjadi Rp228,38 triliun. “Pagu awal Rp268 triliun, lalu untuk penajaman itu Rp38,25 triliun, dan ada lagi Rp1,37 triliun. Total anggaran yang ditarik dari pagu awal mencapai sekitar Rp39,62 triliun,” ujarnya di Jakarta, pada konferensi pers yang digelar pada Kamis, 18 Juni 2026.

Baca juga:

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa sebagian dari anggaran yang telah dipangkas kini ditempatkan dalam pos anggaran khusus yang memerlukan mekanisme dan persetujuan tertentu untuk penggunaannya. Agustina juga mengisyaratkan bahwa potensi pemangkasan anggaran ini masih mungkin terjadi seiring dengan proses refocusing penerima manfaat yang sedang disusun oleh BGN bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Bappenas.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengkonfirmasi bahwa dia akan mengadakan pertemuan dengan Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, pekan ini. Pertemuan yang semula dijadwalkan pada 14 Juni 2026 itu terpaksa ditunda karena Purbaya dipanggil oleh Presiden Prabowo Subianto. “Sepertinya minggu ini. Kemarin (Kepala BGN) mau datang (bertemu Menkeu), tetapi tidak jadi karena (Menkeu) dipanggil presiden,” ungkap Purbaya di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Dalam pernyataannya, Purbaya menyebutkan bahwa belum ada target spesifik terkait isu yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut, termasuk kemungkinan pembahasan mengenai efisiensi anggaran program MBG. Menkeu Purbaya mengaku telah menerima informasi dari Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengenai rencana pengurangan anggaran program MBG, namun ia tidak mengungkapkan besaran pemangkasan yang diusulkan.

Baca juga:

Prasetyo Hadi sebelumnya mengemukakan bahwa rencana pengurangan anggaran MBG muncul dari hasil perhitungan dan pembenahan tata kelola program prioritas yang telah ditetapkan oleh presiden. Dia meminta waktu bagi Kemenkeu dan BGN untuk menghitung secara tepat potensi pengurangan anggaran MBG.

Pada saat yang sama, Kementerian Keuangan juga mengusulkan pagu indikatif anggaran untuk tahun 2027 sebesar Rp49,8 triliun. Pagu ini ditujukan untuk mendukung berbagai program prioritas pemerintah, termasuk MBG dan Mobil Nasional (Mobnas). Usulan ini disampaikan Purbaya kepada Komisi XI DPR, dan mencakup alokasi untuk program-program strategis lainnya.

Dengan demikian, langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah dalam rangka Istana kurangi anggaran MBG setelah penataan, Menkeu Purbaya ikuti arahan Prabowo: tunggu Bu Nanik, menunjukkan upaya pemerintah dalam mengevaluasi dan menyesuaikan pengeluaran untuk memastikan efektivitas program yang berjalan. Sementara itu, masyarakat menantikan hasil pertemuan antara Menkeu dan Kepala BGN untuk mendapatkan kejelasan lebih lanjut mengenai langkah-langkah selanjutnya terkait anggaran MBG yang dinanti-nantikan ini.

Baca juga:

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.