Sorot Indonesia – Dalam pertandingan pembuka Grup F Piala Dunia 2026, Tunisia mengalami kekalahan telak 5-1 dari Swedia. Hasil buruk ini bukan hanya merusak harapan tim, tetapi juga berujung pada pemecatan pelatih Sabri Lamouchi. Keputusan ini diambil oleh Federasi Sepak Bola Tunisia (FTF) setelah melihat performa buruk tim di lapangan, di mana Lamouchi menjadi pelatih pertama yang dipecat setelah hanya satu pertandingan.
Lamouchi, yang baru menjabat sebagai pelatih sejak Januari 2026, dihadapkan pada tantangan besar ketika timnya harus menghadapi Swedia di Stadion Monterrey, Meksiko, pada 14 Juni. Harapan tinggi disematkan kepada Lamouchi setelah ia memimpin Tunisia melalui kualifikasi, namun skenario yang sangat berbeda terjadi di lapangan. Dalam 90 menit yang menyakitkan, Tunisia tidak hanya kalah, tetapi juga menunjukkan kelemahan defensif yang parah.
Di babak pertama, Swedia sudah unggul 2-0 berkat gol dari Yasin Ayari dan Alexander Isak. Meskipun Omar Rekik sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2, Swedia kembali menyerang dengan efektif. Gol-gol tambahan dari Viktor Gyökeres dan Mattias Svanberg menutup pertandingan dengan skor 5-1 bagi Swedia. Yasin Ayari, yang mencetak gol pada menit ketujuh, memilih untuk tidak merayakan golnya sebagai bentuk penghormatan kepada ayahnya yang memiliki akar Tunisia.
Setelah kekalahan tersebut, Lamouchi mengakui banyak kesalahan yang terjadi dalam permainan tim. Ia mengungkapkan bahwa kekecewaannya sangat dalam dan tidak ada alasan yang bisa membenarkan hasil tersebut. Pemecatan Lamouchi menjadi sorotan, terutama bagi para penggemar yang telah menempuh perjalanan jauh untuk mendukung timnya. Mereka merasa bahwa hasil ini merupakan aib bagi sepak bola Tunisia.
Sebagai pengganti, FTF menunjuk Hervé Renard, pelatih asal Prancis yang memiliki pengalaman luas dalam menangani tim nasional di Afrika. Renard, yang pernah memenangkan Piala Afrika dua kali, menyatakan motivasinya untuk menerima tantangan ini. Ia merasa terhormat bisa melatih Tunisia dan bertekad untuk membawa tim ini tampil lebih baik di pertandingan berikutnya, terutama saat menghadapi Jepang dan Belanda dalam grup yang sama.
Renard tiba di Monterrey dan langsung bertemu dengan skuad Tunisia. Ia memberi semangat kepada pemain untuk mengangkat kepala dan berjuang lebih keras. Renard menyadari bahwa timnya harus bertindak lebih baik dari hasil yang menyedihkan di laga pertama. Meskipun banyak tantangan yang menanti, pelatih baru ini percaya akan potensi timnya.
Dengan pemecatan Lamouchi dan penunjukan Renard, harapan baru muncul untuk Tunisia di Piala Dunia. Kualitas dan pengalaman Renard dalam mengelola tim di panggung internasional diharapkan dapat membawa perubahan positif dan memperbaiki performa tim, sekaligus mengembalikan kepercayaan diri para pemain menjelang pertandingan-pertandingan berikutnya.
